PAJAK GALIAN GOLONGAN C

A.   Dasar Hukum

      1.   Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2002 tentang Pajak Pengambilan
            Bahan  Galian Golongan C
      2.   Keputusan Bupati Nomor 10 Tahun 2003 tentang Nilai Jual Hasil
            Pengambilan Bahan Galian Golongan C



B. Pengertian
      1.   Pengambilan Bahan Galian Golongan C adalah kegiatan pengambilan
            bahan galian golongan C dari sumber alam di dalam dan atau di permukaan
            bumi untuk dimanfaatkan.
      2.   Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C adalah pajak yang
            dikenakan atas pengambilan bahan galian golongan C oleh orang pribadi
            atau badan.



C.   Obyek, Subyek dan Wajib Pajak

      1.    Objek Pajak adalah bahan galian golongan C.
             Objek Pajak dimaksud adalah :
Asbes
Feldfar
Leusit
Batu Tulis
Grafit
Magnesit
Batu Setengah Permata
Pasir Kuarsa
Mika
Batu Kapur
Perlit
Marmer
Batu Apung
Granit / Andesit
Nitrat
Batu Permata
Gips
Opsidien
Bentonit
Kalsit
Okur
Dolomit
Kaolin
Pasir & Krikil

2.    Dikecualikan dari Objek Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C

            adalah :
            – kegiatan pengambilan tanah untuk keperluan pemerintah daerah dan
              rumah tangga;
            – pembongkaran atau penggalian tanah dalam kegiatan pertambangan
              umum;
            – pemancangan tiang listrik, telepon dan penanaman kabel listrik, telepon,
              pipa air dan gas;
      3.   Subjek Pajak adalah orang pribadi atau badan yang melakukan
            pengambilan Bahan Galian Gol. C.
      4.   Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang melakukan
            pengambilan Bahan Galian Gol. C.



D.   DASAR PENGENAAN, TARIF dan CARA PERHITUNGAN
      1.  Dasar Pengenaan dan Tarif Pajak
           a. Dasar pengenaan Pajak adalah Nilai Jual hasil pengambilan Bahan
               Galian Gol. C.
            b. Nilai jual dihitung dengan mengalikan Volume atau Tonase hasil
                pengambilan dengan nilai pasar atau harga standar yang ditetapkan
                Bupati;
            c. Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya 1 (satu) bulan takwim.


Harga Standar Bahan Galian Golongan C
No. 
Jenis Galian
Harga (Rp/ton)
1.
Andesit, Basalt, Trachite, Desite, & Batuan Beku lain
15.000,00
2.
Asbes
25.000,00
3.
Batu Apung
18.000,00
4.
Batu Kapur
10.500,00
5.
Batu Permata
Sesuai harga pasaran
6.
Batu Setengah permata
Sesuai harga pasaran
7.
Batu Tulis
10.000,00
8.
Bentonit
22.000,00
9.
Dolomit
9.000,00
10.
Feldspar
30.000,00
11.
Garam Batu
18.750,00
12.
Gips
12.000,00
13.
Granit
24.000,00
14.
Kaolin
18.000,00
15.
Kalsit
9.000,00
16.
Leusit
24.000,00
17.
Magnesit
24.000,00
18.
Marmer
30.000,00
19.
Mika
24.000,00
20.
Nitrat
18.000,00
21.
Obsidien
15.000,00
22.
Oker
15.600,00
23.
Pasir dan Kerikil
15.000,00
24.
Pasir Kuarsa
25.000,00
25.
Perlit
8.400,00
26.
Phospat
21.600,00
27.
Talk
24.000,00
28.
Tanah Diatome
17.500,00
29.
Tanah Liat
18.000,00
30.
Tanah Serap
13.000,00
31.
Tanah Urug
10.000,00
32.
Tawas
18.750,00
33.
Trass
11.000,00
34.
Yaresit
24.000,00

2. Cara perhitungan 

            TARIF PAJAK x DASAR PENGENAAN


            CONTOH PERHITUNGAN PAJAK GALIAN GOLONGAN C
            Sebuah perusahaan pertambangan pada bulan Januari 2003 telah melakukan
            kegiatan penambangan bahan galian golongan C jenis Andesit dengan
            volume sebesar 169.924 ton. Berapa pajak yang harus dibayar oleh
            perusahan tersebut ?
            Diketahui :
            Cara perhitungan  : Tarif pajak  x  Dasar Pengenaan
            Tarif Pajak             : 10 %
            Dasar pengenaan  : Nilai Jual hasil pengambilan bahan galian golongan C
            Nilai Jual                 : Volume x Harga Standar
            Harga standar Andesit : Rp 15.000,00 per ton
            Perhitungan :
            Nilai Jual    = 169.924 ton x Rp 15.000,00 per ton  = Rp 2.548.860.000,00
            Pajak         =  Rp 2.548.860.000,00 x 10%   =  Rp 254.886.000,00
            Jadi pajak yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut adalah
            Rp 254.886.000,00

            Sebuah perusahaan pertambangan pada bulan Januari 2003 telah
            melakukan kegiatan penambangan bahan galian golongan C jenis Batu
            Kapur dengan volume sebesar 570.922 ton dan Tanah Liat dengan volume
            sebesar 108.700 ton. Berapa pajak yang harus dibayar oleh perusahan
            tersebut ?
            Diketahui :
            Cara perhitungan : Tarif pajak  x  Dasar Pengenaan
            Tarif Pajak           : 10 %
            Dasar pengenaan : Nilai Jual hasil pengambilan bahan galian golongan C
            Nilai Jual              : Volume x Harga Standar
            Harga standar Batu Kapur : Rp 10.500,00 per ton
                                Tanah Liat   : Rp. 18.000,00 per ton 
            Jawaban :
            Nilai Jual Batu Kapur =  570.922 ton x Rp 10.500,00 per ton
                                          = Rp 5.994.681.000,00
            Nilai Jual Tanah Liat  = 108.700 ton x Rp 18.000,00 per ton
                                           = Rp 1.956.600.000,00
            Jumlah   = Rp 5.994.681.000,00 + Rp 1.956.600.000,00
                         = Rp 7.951.281.000,00
            Pajak     = Rp 7.951.281.000,00 x 10%
                         = Rp 795.281.100,00
            Jadi pajak yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut adalah
            Rp 795.281.100,00
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: